Senin, 24 September 2012

DIKTAT OLAH RAGA

                                                                                                1              
BOLA VOLLI
-   Diciptakan oleh William morgan pada tahun 1895.
-          Di kota Holyoke Amerika Serikat bagian timur (Club YMCA)
-          Mulanya permainan ini hanya untuk rekreasi dan diberi nama Mintonette
-          Tahun 1922 YMCA mengadakan pertandingan bola Volli pertama yang bertarap nasional.
-          Permainan ini di bawa ke Indonesia oleh bangsa Belanda.
-          Pada pendudukan jepang permainan ini mulai popular.
-          Di Indonesia mulai dipertandingkan yang bertarap nasional pada tahun 1951 pada PON ke 2 di Jakarta.
-          Induk organisasi nasional bola volli bernama PBVSI yang dibentuk pada tahun 1955 dan induk organisasi Internasional bernama IVBF/IFVB yang dibentuk pada tahun 1948.
                                              Lapangan
      Lapangan bola Volli berbentuk persegi panjang dengan ukuran Panjang 18 meter lebar 9 meter, yang di batasi oleh garis samping, garis belakang, garis tengah, dan garis serang. Tinggi net untuk Putra 2,43 m dan tinggi net untuk Putri 2,24 m.
                                                                                                                                                                                                                             18 M          








 
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                   

  9 M


 





                        6 M                              3 M                  3M                               6 M
                                               Peralatan        
1.      Net
Panjang net bola volli 9,50 meter lebar 1,00 meter, besar mata jala 10 cm lebar fita bagian atas 05 Cm.
2.      Bola
Berat Bola volli 250 sampai 280 gram, keliling bola antara 65-67 cm banyaknya jalur 18,dengan warna boleh polos atau warna warni, bola terbuat dari kulit.
                                     Perlengkapan pemain
1.      Pemain harus memakai kostum seragam setiap timnya, terdiri dari baju, kaos dan celana pendek dengan memakai sepatu tanpa tumit (sepatu klhusus untuk bola volli).
  1. Baju kaos harus bernomor dengan ukuran tinggi 8 cm untuk di dada dan 15 cm di punggung lebar garis nomor minimal 2 cm.



                                                                                                                        2
                                            Lama permainan
1.      Permainan ditentukan oleh set, poin setiap set minimal 25 dan maximal sampai tidak terbatas bila terjadi angka sama, angka sama dimulai dari 24-24. Untuk set penentuan / set kelima dan set ke tiga (Two winning set) Poin minimal 15 dan maximal tidak terbatas. Terjadi angka sama mulai  14-14 Untuk menentukan pemenangnya harus ada perbedaan  (dua) angka
  1. Untuk menentukan pemenang pada permainan bola volli menggunakan dua cara   yaitu :
a.        Tri winning set artinya Tga set kemenangan (main sebanyak-banyaknya lima set) atau sering disebut the best of five. Pertandingan dengan cara ini akan erakhir 3 – 0, 3 – 1 dan 3 – 2.
b.        Two winning sets yang artinya dua set kemenangan (main sebanyak-banyaknya tiga set), atau sering disebut the best of three, pertandingan dengan cara ini akan berakhir 2 – 0  dan 2 – 1. (Hanya dipakai untuk pertandingan tingkat Lokal tidak untuk tingkat Nasional dan Internasional.
Time Out
Time out Otomatis diberikan kepada dua tim yang bertanding setiap set pada angka 8 dan 16 kecuali set penentuan tidak ada time out otomatis. Sedangkan Time out yang diminta oleh pelatih diberikan 1 (satu) kali setiap setnya termasuk set penentuan.     
W A S I T
Wasit pada pertandingan bola volli terdiri dari 2 (dua ) orang Yaitu :
1.      Wasit satu disebut referee  tempatnya diatas.
2.      Wasit dua disebut umpire tempatnya di bawah dan di Bantu oleh beberapa orang penjaga garis (linesmen).
Tugas wasit pertama (referee)
a.       Bertanggung jawab atas kelancaran pertandingan secara keseluruhan.
b.      Memutuskan kesalahan atau pelanggaran yang dilakukan oleh pemain.
c.       Memberikan hukuman kepada pemain dan official.
d.      Menghentikan permainan bila terjadi salah paham antara pemain dalam waktu tertentu atas persetujuan dari kapten regu dan ketua pertandingan.
                             
Tugas wasit dua/pembantu (umpire).
1.      Membantu wasit utama.
2.      Mengajukan time out yang diminta oleh salah satu regu yang bertanding ketika bola mati.
3.      Mengecek posisi pemain sebelum pertandinga di mulai.
4.      Memberika intruksi kepada wasit pertama bila terjadi pergantian pemain.
5.      Mengawasi para pemain di depan garis tengah dan net.

Tugas pencatat nilai (scorer)

1.      mencatat nilai/angka yang diperoleh oleh setiap regu.
2.      Mencatat posisi servise dari kedua regu dan mencatat semua kejadian selama pertandingan berlangsung.




                                                                                                                  3
Tugas Pengawas Garis (linesmen)
1.      Mengawasi bola masuk atau keluar lapangan.
2.      Mengangkat bendera Bila bola dinyatakan keluar.
3.      Menunjukkan bendera ke bawah bila bola dinyatakan masuk.
Secara garis besar tugas wasit dapat dibedakan menjadi 3 (tiga) yaitu :
1.      Memimpin pertandingan secara keseluruhan.
2.      Menjalankan peraturan.
3.      Memberikan keputusan yang seadil-adilnya.
Peratruran permainan bola Volli
1.      Permainan bola volli dimaikan oleh dua regu setiap regu terdiri dari
6 (enam) orang. Lima orang sebagai pemain biasa dan satu orang sebagai pemain libero (bila menggunakan libero)
2.      Pemain libero hanya sebagai pemain bertahan dan posisinya di belakang.
3.      Aturan swervise berputar searah dengan jarum jam.
4.      Memainkan bola sebanyak-banyaknya 3 (tiga) kali di daerah sendiri bila lebih dinyataka melakukan kesalahan.
5.      Pemain belakang tidak boleh melakukan bloking, smash (boleh dilakukan asalkan dibelakang garis serang.                                               
6.      Pemain posisi depan boleh melakukan Bloking, smash, dan lainnya dan khusus untuk libero tidak boleh melakukan apapun kecuali hanya bertahan saja.
7.      Pemenang adalah regu yang terlebih dahulu mendapatkan angka 25 untuk setiap setnya, terkecuali terjadi angka sama  Misalnya 24-24 maka untuk menentukan pemenangnya harus ada perbedaan 2 (dua) angka, misalnya 24-26, 25-27 dan seterusnya.
 Teknik dasar permainan bola volli

1.      Teknik Passing terdiri dari Passing bawah dan passing atas.
2.      Servise terdiri dari servise bawah dan servise atas.
3.      Block/membendung terdiri dari block tunggal dan block berkawan.
4.      Smash/spike terdiri dari : a. normal, b. semi smash, c. Full smash.
5.      Set Up/ Umpan.
                                                 Passing Atas
            Mengoper bola dengan tangan dari atas atau over hand pass, yaitu operan dengan menggunakan jari-jari tangan (set up).
                                                    Cara melakukannya
1.      Jari-jari tangan jangan melengkung/bengkok, harus lurus, tidak kaku, bagian jari yangmenyentuh bola adalah tapak jari bukan ujung jari.
2.      Penempatan jari sedemikian rupa, sehingga bola akan di sentuh merata oleh kesepuluh jari (separuh bulatan).
3.      Ibu jari dan telunjuk kedua belahtangan membentuk segi tiga jangan segi empat.
4.      Tenaga menolak/mendorong dilakukan oleh ibu jari, telunjuk dan sedikit jari tengah, sedangkan dua jari lainnya (jari manis dan kelingking) untuk pengarahan yagbenar.
5.      Kedudukan jari jemari kita berada tepat di muka wajah dan titiksentu bola harus tepat pula di depan wajah kita.
6.      Gerakan yang baik dalam melakukan pass atas adalah kombinasi gerakan antara tangan dan kaki (dorongan lutut ke atas.

                                                                                                      4                
Passing bawah
Cara mengoper bola dari bawah (kedua tangan dirapatkan) disebut BUGGER. Cara ini selain digunakan untuk mengoper bola juga dapat digunakan untuk menerima bola yang datangnya rendah.
                                Cara melakukannya                               
Sikap pertama
1.      berdiri tegak kedua kaki agak di buka, kedua lutut agak di tekuk.
2.      Kedua lengan dirapatkan hingga siku.
3.      Kedua telapak tangan dirapatkan mengepal dangan siku Ibu jari di atas dalam posisi sejajar.
4.      Posisi tangan di bawah bahu.
Gerakannya
            Pada waktu bola datang, bersamaan dengan perkenaan bola dengan ke dua belah tangan, disamping menggerakan kedua tangan, juga bersaan lutut diluruskan. Yang perlu diperhatikan waktu perkenaan dengan bola, kedua belah tangan kedua belah sikut harus diluruskan dan dikeraskan tapi tetap rilek.  Kekuatan dari ayunan tangan harus puladisesuaikan dengan keras lemahnya datang bola.                                     
                                                     SERVICE
Service adalah penyajian bola pada saat di mulainya permainan/serangan yang dilakukan oleh tim yang melakukan service.
Service pada permaina bola volli terbagi 2 (dua) yaitu :
1.      Servise tangan dari bawah  (under hand servise )
Servise yang dilakukan dari arah bawah, tangan yang akan memukul bola harus lurus dan kencang, siku jangan bengkok sampai bola terpukul lepas. Sedangkan tinggi bola yang akan dilepaskan oleh tangan kiri atau kanan sesuaidengan kebutuhan kita.
Side hand servise (servise gaya menyamping). Tangan yang akan memuikul harus lurus dan tingginya sama dengan bahu kita.
2.      Servise tangandari atas (over hand servise) terbagi dua yaitu :
a.       Tennis servise (front servise) servise dariarah depan, tangan yang akan memukul bola harus lurus swaktu menyentuh bola, jauh atau dekat berdirinya si pemukul hendaknya disesuaikan dengan kondisi masing-masing si pemukul. Akan lebih efektif kalau kita dapat memukul bola dengan keras menukik kebawah atau bergelombang.
b.      Floating servise yaitu bola dilempar sesuai dengan tinggi lompatan dan jangkauan tangan si pemukul. Tangan tetap lurus untuk memungkinkan kerasnya pukulan.
                                         SMASH 
Smash (spike) adalah pukulan yang keras, lurus dan menukik. Biasanya suatu serangan yang mematikan.
Untuk dapat memukul bola dengan keras harus dikuasai factor-faktor yang diperlukan untuk dapat melakukan pukulan dengan baik. Faktor-faktor tersebut yaitu :
1.      Awalan. Awalan atau ancang-ancang paling sedikit 2 (dua) langkah, langkah yang terakhir harus lebar dan rendah serta diakhiri dengan kedua kaki mendarat bersama-sama, lutut di tekuk dan ke dua tangan kebelakang.
2.      Tolakan. Tolakang adalah gerakan lanjutan dari awalan, yaitu menolak kedua kaki  bersama-sama dengan kuat ke atas di Bantu dengan aytuna kedua tangan. Diatas berakhir dengan bada melenting kebelakang ketika akan memukul bola.

                                                                                                      5
3.      Pukulan, pada waktu akan memukul tangan yag akan di pakai untuk memukul harus rileks, tangan yang satu mengimbangi, telapak tangan harus terbuka, jari-jari tangan dirapatkan. Waktu memukul pergelangan tangan harus diaktifkan, perkenaan dengan bola bagian atas depan bola.
                                                                 
4.      Mendarat, mendarat dengan kedua ujung kaki bersama-sama dan lentur (mengeper). Tempat mendarat sama dengan tempat yang dipergunakan untuk menolak tadi.
                                             BLOCKING/MEMBENDUNG 

Membendung dilakukan pada saat lawan akan memukul bola di atas net (pukulan smash). Orang yang akan melakukan bendungan melompat ke atas dengan meluruskan kedua tangan ke arah bola, pemain-pemain yang akan melakukan bendungan adalah pemain-pemain yag berdekatan dengan orang yang akan memuklul bola itu. Pembendungan biasanya dilakukan oleh dua atau tiga orant pemain  (terutama posisi pemain depan) bersama-sama melompat ke atas dengan meluruska dengan kedua belah tangan ke atas dan agak condong kedepan ke arah bola.                                                                                                         
TAKTIK PERMAINAN BOLA VOLLI
           
            Taktik permainan bola volli di bagi 2 (dua) yaitu :
1.      Taktik penyerangan (offensive).
Setelah kita mengetahui dan menguasai dasar-dasar permaina bola volli dengan baik, maka hasil yang hendak dicapai melalui latihan tesebut adalah memenangkan setiap pertandingan, cara ini dapat dicapai dengan taktik menyerang yang bervariasi, sehingga dapat merobek-robek pertahanan lawan. Khususnya dengan smah-smash yang mematikan. Kemenangan akan dapat di capai dari hasil kerja sama regu (team work), penuh semangat dan tanpa mengenal menyerah sebelum akhir pertandingan dan mempunyai daya tahan yang prima (endurance ).
            
FORMASI PEMAIN DAN SISTIM PENYERANGAN

            Jenis-jenis pemain sesuai dengan tugas dan pungsinya dapat di bagi tiga yaitu :
1.      Smasher (SM) atau penyemes bertugas sebagai penyerang utama.
2.      Set upper (SU) atau pengumpan bertugas sebagai pengumpan bola pada smasher.
3.      Universal (U) bertugas dan berpungsi serba guna.
Sistim penyerangan di lihat dari formasi pemain  yaitu :
1.      Sistim 4 Sm dan 2 Su artinya 2 smaher dan 2 set upper.
2.      Sistim 5 Sm dan 1 Su artinya 5 smasher dan 1 set upper.
3.      Sistim 4 Sm, 1 Su dan 1 U artinya 4 smasher, 1 set upper dan 1 serba guna.



                                                                                                     
                                                                                                                  6
                  2.     TAKTIK BERTAHAN / SISTIM  PERTAHANAN
           
            Pada dasarnya sistim pertahanan dapat di bagi tiga yaitu :
1.      Pertahanan terhadap servise.
2.      Pertahanan terhadap smash.
3.      Pertahanan bola dari pantulan blok lawan.
1.      Sistim pertahanan terhadap servise.
a sistim menerima servise  1   :    5  artinya dari enam orang                          pemain satu orang bertindak sebagai pengumpan dan lima orang sebagai penerima servise.
b    Pola setengah lingkaran sistim menerima servise  2  :  4  artinya dua orang pemain bersiap- siap untuk mengumpan dan melakukan smash dan empat orang pemain bertugas menerima servise.
c. Pola gergaji sistim menerima servise.   0   :   6  artinya semua pemain bertugas untuk menerima servise.
Pertahanan untuk menghadapi smash
            Pertahanan untuk menghadapi smash dapat di bagi 3 (tiga) yaitu :
1.      Pola pertahanan bentuk setengah lingkaran sistim  2  :  0  :  4  artinyadua orang pemain melakukan blok, bagia tngah lapangan tidak ada yag menjaga, sedangkan 4 (empat) orang pemain berjaga-jaga di daerah belakang.
2.      Pola pertahanan bentuk V sistim  3  :  2  :  1  artinya 3 orang pemain bertugas melaklukan blok, 2 orang menjaga lapangan tengah, dan 1 orang orang bertahan di daerah belakang.
3.      Pola pertahanan bentuk w system 1 : 3 : 2  artinya seorang pemain menjaga lapangan depan, tiga orang menjaga  daerah lapangan tengah, dan dua orang mennjaga daerah belakang.
Pertahanan bola dari pantulan block lawan.
Dalam suatu pertandingan bola volli kemungkinan bola kemballi ke lapangan sendiri setelah melakukan smash sering terjadi. Untuk menghadapi hal itu perlu adanya kerjasama yang baik, yaitu ketika salah seorang mensamsh melakukan serangan, kelima pemain lainnya harus siap melakukan cover of smash.


















                                                                                                                  7
                                                   S E N A M

             Macam-macam Senam
1.      Senam Kuno yaitu senam yang dilakukan pada jaman yunani kuno. Senam pada masa itu erat sekali hubugaadengan keagamaan.
2.      Senam sekolah, yaitu suatu geraka senam yang dilakukan di sekolah-sekolah secara sistematis dengan dasar-dasar faedagogis. Pelopor senam ini ialah Johan Basedow  dari jerman.
3.      Senam alat, yaitu suatu gerakan senam yang dilakukan dengan mempergunakan alat. Plopor senam ini adalah friedrick lugwig jahn, yang mengubah istilah senam atau Gymnastiek menjadi Deutsche turnkunst di Jerman.
4.      Senam penyembuhan yaitu gerakan senam yang digunakan untuk menyembuhkan suatu penyakit tertentu. Senam ini disebut keil gymnastik, pelopor senam ini adalah Pehr H. Ling  dari swedia.
5.      Senam massal yaitu gerakan senam yang dilakukan oleh orang banyak yang gerakannya dilakukan secara serentak dan bersama-sama.                           
6.      Senam pagi yaitu gerakan senam yang dilakukan untuk menjaga atau membina kesegaran jamani (sekarang di kenal dengan nama Senam Kesgaran Jasmani). Pada waktu jaman jepang dinamakan TAISO.
7.      Senam Artistik Yaitu senam yang dipertandingkan pada pesta-pesta Olahraga dari tingkat nasional sampai tingkat Internasional. Misalnya: Pekan Olahraga Nasional (PON), SEA GAME, ASIAN GAME, OLYMPIC GAME (OLYMPIADE).
Cabang olahraga Senam diperkenalkan di Indonesia pada waktu kegiatan GANEFO  pada tahun 1963, kemudian PORWIL pada tahun 1966 dan pada PON ke VII tahun 1969. Induk organisasi senam nasional yaitu PERSANI dan induk organisasi Internasional FIG (Federation Internasional Gymnastique).                                                                      
8.      Senam Irama yaitu gerakan Senam yang diiringi oleh musik atau gerakan yang dijiwai oleh pelakunya. Jadi segala gerakannya disesuaikan dengan irama musik yang mengirinya.
                         
Senam yang dipertandingkan terdiri dari :
            Senam artistic dengan urutan pada alat-alat.
A.    untuk Putra       
1.      Senam lantaai (floor exercise)
2.      Kuda-kuda pelana (pomeled horse)
3.      Gelang-gelang (ring)
4.      Kuda-kuda (voulting horse)
5.      Palang sejajar (parallel bars)
6.      Palang tunggal (horizontal bars)
B.     Untuk putri
1.      Kuda-kuda (voulting horse)
2.      Palang bertingkat (uneven bars)
3.      Balok titian (Balance beam)
4.      Senam lantai (floor exercise)




                                                                                                            8
Senam ritmik sportife dengan alat sebagai berikut :
1.      Tali (rope)
2.      Simpai (hoop)
3.      Bola (ball)
4.      Gada (club)
5.      Pita (ribbon).
Selain senam yang dipertandingkan di atas juga senam aerobik, Discorobik, Jazz exercise, Fit Aerobik dan sebagauinya.

Macam-macamsenam lantai yang umum dilakukan disekolah-sekolah adalah sebagai berikut :
1.      Berguling kedepan/roll kedepan (forward roll).
2.      Berguling ke belakang/ roll ke belakang (backward roll).
3.      Keseimbangan di atas kepala  (head stand).
4.      Lenting pada tengkuk (neck spring).
5.      Lenting atas kepala (head spring).
6.      Lenting atas tangan ke depan (forward hand spring).
7.      Keseimbangan tangan (hand stand).
8.      Lenting atas tangan ke belakang (backward hand spring)/ Flik flak.
9.      Meroda/baling-baling  (card weel).
10.  Round off. / Rondat.
11.  Salto ke depan (hook forward somersault).
12.  Salto ke belakang (hook backward somersault).
                                                                                   
1.      Senam Dasar
a.       Latihan kelentukan / fleksibilitas persendian leher, bahu togok, pinggang, pinggul, lutut, pergelangan tangan.
b.      Latihan keseimbangan dalam berbagai sikap dan gerakan.
c.       Latihan kekuatan otot-otot badan dan anggota badan.
d.      Senam kesegaran jasmani (SKJ) 2000 dan 2004
                  Latihan kekuatan otot
a.       Latihan otot-otot perut : tidur telentang dengan menaik turunkan kedua kaki, sit up, atau telentang bangun dan back up.
b.      Latihan kekuatan otot-otot lengan : Push Up, adu dorong secara berpasangan dengan variasi lengan ditekuk dan lengan lurus.
c.       Latihan otot-otot kaki : Squat Jump, jalan jongkok, jongkok berdiri.

2.      Senam Lantai
a.       Kayang : Sebelum melakukan kayang dari posisi berdiri, sebaiknya latihan kayang dari posisi tidur, yaitu dari posisi tidur telentang lengan dan kaki dirapatkan ke badan (ditekuk) angkatlah pinggul dengan meluruskan lengan dan kaki.
b.      Latihan berdiri tangan (hand stand) : Cara melakukannya letakkan kedua telapak tangan  35 cm. dari tembok, Telapak tangan kuat dan rapat menghadap ketembok, kepala mendongak kedepan salah satu kaki didepan, angkat kaki belakang keatas untuk mencapai tembok, ayun berulang-ulang, sehingga kedua kaki mencapai tembok.

                                                                                      9
ATLETIK

            Sejarah singkat perkembangan atletik
            Atletik adalah salah satu cabang olah raga yang paling tua dari cabang olahraga lainnya. Atletik dinamakan ibu dari semua cabang olahraga (mather of sport). Karena gerakan-gerakan cabang olahraga atletik seperti : Jalan, lari, lempar dan lompat adalah gerakan dasar manusia sehari-hari. Juga gerakan dasar setiap cabang olah raga ada pada atletik. Pada jaman purba gerakan tersebut sangat berguna bagi manusia untuk mencari nafkah, mempertahankan dirinya dari serangan musuh, atau serangan dari binatang buas.
Kata Atletik berasal dari bahasa Yunani berasal dari kata Atletha artinya berlomba dalam bahasa Inggris disebut Track and field artinya lintasan dan lapangan
            Bangsa yunani kuno adalah bangsa yag pertama kali mengatur dan mencoba diadakannya perlombaan atletik, dengan menyelenggarakan kegiatan olahraga yang kita kenal yaitu Olympiade kuno.
            Menurut perkembangannya olahraga atletik di Indonesia dibagi tiga masa yaitu. :
1.      Masa sebelum perang dunia ke 2 / massa hindia belanda.
2.      Massa pendudukan Jepang.
3.      Massa Kemerdekaan.
1.       Masa hindia Belanda, pada masa ini kegiatan atletik terbatas pada kalangan skolah saja, terutama pada sekolah lanjutan seperti  AMS, HBS, HIK, sebagai suatu mata pelajaran. Persatuan atletik pada masa ini adalah NIAU (Nederland at Indisce Atletik uni).
2.       Masa pendudukan Jepang, Pada masa ini dibentuk ISI (ikatan sport Indonesia). GELORA (gerakan latihan olahraga). Di Jakarta didirikan Sekolah Guru Olahraga yang beraliran Swedia atauJerman dengan nama Tairenka.
3.       Masa Kemerdekaan, pada masa ini terbagi 2 yaitu : masa revolusi dan masa sesudah revolusi.
Masa revolusi
`1. Diadakannya pesta olahraga Nasional (PON) ke I pada tahun 1948 di kota solo.
2.      Mendirikan sekolah Olahraga.
3.      Mendidik pemuda-pemuda sebagai calon guru sekolah lanjutan.
Masa sesusdah revolusi
1.      Dibentuknya persatuan olahraga Indonesia (PORI).
2.      PORI di ganti dengtan komite olahraga Indonesia (KOI) yang sekarang di kenal dengan nama KONI.
Induk Organisasi nasional Atletik adalah PASI (persatuan atletik seluruh Indonesia). Dan Induk organisasi internasional Atletik adalah IAAF (Internasional Atletik Amatir Federation).
                         NOMOR-NOMOR ATLETIK
Pada dasarnya atletik terbagi 3 (tiga) nomor yaitu :
1.      Nomor lari.
2.      Nomor lempar.
3.      Nomor Lompat.
4.      Nomor Jalan




                                                                                                                  10
1.      Nomor lari terbagi 3 (tiga) yaitu :
a.       Lari jarak pendek (sprint) yang terdiri dari: 100 m, 200 m, 400 m.
b.      Lari jarak menengah (Midle distace running) yang terdiri dari: 800 m, 1500 m dan lari 3000 m/ steeple chase.
c.       Lari jarak jauh (long distance running) yangterdiri dari: 5000 m, 10000 m dan lari marathon 42,195 km (nomor khusus).
              NOMOR-NOMOR KHUSUS (special event)
1.      Steeple Chase / lari yang melalui rintangan.
2.      Lari Estafet 4 X 100 meter dan 4 X 400 meter.
3.      Lari Gawang (hurdles) 100 m, 110 m, dan 400 m.
4.      Lari lintas alam (cross country) 3000 m dan 5000 meter.
5.      Lari marathon / 42,195 km.
6.      Panca lomba untuk wanita dan dasa lomba untuk pria.                                 
2.      Nomor lompat terdiri dari :
a.       Lompat jauh (long/broad jump) terdiri dari 3 (gaya) yaitu : 1. gaya jongkok (tuck/kauer). 2. Gaya berjalan di udara (Walking in the air). 3. Gaya menggantung atau melenting (scnepper/hang style).
b.      Lompat tinggi (high jump) yang terdiri dari : 1. Gaya gunting (Sweeney). 2. Gaya guling sisi (western roll). 3. Gaya guling perut (straedle). 3. gaya flop.
c.       Lompat Jangkit (hop step and jump).
d.      Lompat Tinggi galah (pole fault).
3.      Nomor lempar terdiri dari :
1.      Lempar lembing (juvelin throw).
2.      Lempar cakram (discus Throw).
3.      Tolak peluru (shot put).
4.      Lontar martil (hammer throw).

            Menurut tempat pelaksanaannya atletik dapat di bagi dua nomor  yaitu :
1.      Nomor-nomor pada lintasan (track event) yang terdiri dari nomor lari jarak pendek , jarak jauh dan nomor khusus.
2.      Nomor-nomor pada lapangan (field event) yang terdiri dari nomor lompat dan lempar.
Lari sambung/estafet/beranting
            Lari sambung sangat bergantung pada kelancaran pergantian tongkat. Pergantian tongkat dapat dilakukan dengan dua cara yaitu :
1.      Dengan visual atau sight pass (dengan melihat ) yaitu penerima tongkat dengan melihat ke belakang. Digunakan untuk nomor 4 X 400 meter.
2.      Dengan Non visual / blind pass (tanpa melihat ) penerima tongkat tidak melihat ke belakang. Digunakan untuk nomopr 4 X 100 meter.
Start yang digunakan untuk nomor lari estafet yaitu :
1.      Start jongkok dipergunakan untuk pelari ke 1 (satu).,
2.      Start Melayang dipergunaka untuk pelari ke 2 (dua), 3 (tiga) dan ke 4 (empat). Perpindahatongkat dari pelari ke pelari dilakukan secara selang seling. Misalnya pelari pertama menggunakan tangan kanan, pelari ke dua menggunakan tangan kiri, dan seterusnya. Pergantian togkat terjadi harus berada di daerah 20 meter.


                                                                                                                  11
Penempatan pelari untuk nomor 4 X 100 meter adalah sebagai berikut :
Pelari ke 1`(satu) harus :
-          Memiliki start yang baik, memiliki kecepatan lari yang tinggi meskipun daya tahan kurang jika dibandingkan dengan pelari yang lainnya, mahir lari pada tikungan                                                                                     11
Pelari ke 2 (dua) harus :
-          Pelari yang terampil atau cekatan dan bertanggung jawab, sebab pelari ini sebagai pelari penerima dan pemberi tongkat.
-          Pelari yang mempunyai daya tahan karena harus berlari 120 meter.
-          Pelari yang kurang mahir pada tikungan.
Pelari ke 3 (tiga) Harus :
-          Mahir lari pada tikungan.
-          Penuh tanggung jawab karena sebagai pelari penerima dan pemberi tongkat.
-          Memiliki daya tahan karena harus berlari sejauh 120 meter.
Pelari ke 4 (empat) harus :
-          Pelari yangtercepat.
-          Memiliki daya juang yang tinggi, pantang menyerah karena pelari ini menentukan kalah menangnya regu.
                                        Macam-macam start
            Start pada umumnya terbagi 3 (tiga) macam yang terdiri dari :
1.      Start jongkok
2.      Start berdiri
3.      Start melayang.
1.      Star jongkok (cruched start) dipergunakan untuk nomor lari jarak pendek. Start jongkok terbagi tiga yaitu :
a.       Start jongkok pendek (bunch start/short start.) Cara melakukannya ujung kaki belakang sejajar dengan tumit kaki depan dengan jarak satu kepal, kedua tangan lurus dengan bahu, letakan di belakang garis start, pandangan kedepan dengan jarak 1,5 meter, berat badan harus selalu berada di kedua belah tangan.
b.      Start jongkok menengah (medium start). Cara melakukannya lutut kaki belakang sejajar dengan ujung kaki depan dengan jarak satu kepal, kedua lengan sejajar dengan bahu, letakan di belakang garis start.
c.       Start jongkok panjang (long start). Cara melakukannya lutut kaki belakang sejajar dengan tumit kaki depan dengan jarak satu kepal.
Aba-aba Start Jongkok terdiri dari :
1.      Bersedia. Membungkukan badan dan menempatkan kaki tolak pada balok start, ibu jari dan jari telunjuk membentuk hurup V, tempatkan dibelakang garis start.
2.      “ Siaap “ Lutut diangkat dari tanah sedemikian rupa sehingga kedua kaki sama-sama sedikit bengkok, kaki sebelah depan membentuk sudut 90 derajat dan kaki belakang membentuk 180 derajat. Dan ujung kaki menekan pada balok start, pinggul lebih tinggi dari pada kepala/bahu berat badan dibebankan merata pada semua titik dan pandangan mata tetap rendah.
3.      Aba-aba “ Ya “ atau bunyi pistol, Maka dengan reflek kaki bertolak dari start blok, pada saat yang sama mengangkat kedua tangan dari tanah, kaki belakang maju dengan kuat memberikan doronga kedepan, dan kedua tangan memberikan imbangan gerak terhadap kedua kaki.

                                                                                                                  12
Teknik memasuki garis finish
1.      Dengan cara berlari terus.
2.      Dengan cara membusungkan dada.
3.      Dengan cara menjatuhkan salah satu bahu ke depan.
Lintasan dan peralatan lari
a.       Panjang lintasan lari tidak kurang dari 400 meter dan lebar tidak kurang dari 7,32 meter.
b.      Terdiridari 6 atau 8 jalur lintasan dengan lebar masing-masing minimal 1,22 meter dan maximal 1,25 meter.
c.       Semua perlombaan termasuk jarak 400 meter, tiap pelari harus terpisah di lintasan masing-masing.
d.      Pada nomor lari 800 meter harus dilarikan pada jalur terpisah sampai sejau dari akhir tikungan pertama dengan menggunakan jumlah maximal jalur lintasan yag ada.
e.       Tempat start para pelari diatur berjenjang sehingga jarak dari tempat start ke garis fiish teap sama.
Perlengkapan / peralatan lari
1.      Balok start atau start block digunakan untuk lari 100 m, 200 m, 400 m, dan lari estafet 4x100 m dan 4x400 m.
2.      Bendera batas dibuat dengan ukuran 25x20 cm dan di pasang setinggi 45 cm.
3.      Tiang finish dibuat dari kontruksi baja yang kuat setinggi 1,40 meter lebar 80 mm dantebal 20 mm.
4.      Tongkat estafet teruat dari pipa halus kayu atau metal dengan ukuran panjang maximum 30 cm dan minimum 28 cm, keliling pipa antara 12 – 13 cm dengan berat tidak boleh kurang dari 50 gram.
5.      Pakaian atlit harus bersih, sopan dan tidak menghalangi/mengganggu saat berlomba serta memakai nomor dada dan punggung.
6.      Sepatu paku (spike), peserta boleh berlomba dengan kaki telanjang atau memakai sepatu, khususnya untuk nomor lari jarak pendek memakai sepatu lari (spike) dengan ketentuan jumlah paku maximal 11 buah.

NOMOR LEMPAR (THROWING EVEN

Putri / women               : Lempar lembing/jevelin throw.
                                        Lempar cakram/discus throw.
                                        Tolak peluru/shot put.

Pria / men                     : Lempar lembing/jevelin throw.
                                        Lempar cakram/discus throw.
                                        Tolak peluru/shot put
                                         Lontar martil/hammer throw.

            Pada nomor lempar juga diperlukan suatu awalan, seperti pada nomor lompat.. Jadi pada nomor lempar dipergunakan kecepatan dan perpaduan tenaga pada saat melempar.



                                                                                                                        13
LEMPAR LEMBING
 Kontruksi lembing
Lembig terdiri dari tiga bagian yaitu :
1.      mata lembing.
2.      Badan lembing.
3.      Tali lembing.

Lembing terbuat dari metal dan terpasang di ujung mata lembing yang runcing, pegangan lembing berupa tali melilit di tengah lembing menutupi pusat gravitasi dan tidak melebihi diameter lembing 8 mm. Dari tempat pegangan lembing harus semakin meruncing baik keujung lembing maupun ke ekor.

Persyaratan lembing
1.      Berat lembing untuk putra 800 gram dan wanita 600 gram.
2.      Panjang lembing untuk putra 2.60 meter atau 2,70 meter dan untuk Wanita 2,20 meter atau 2,30 meter.
3.      Panjang mata lembing metal pria dan wanita 250 mm – 330 mm. Jarak dari ujung mata lembing ke pusat gravitasi, untuk Pria 0,90 m – 1,06 m dan untuk wanita 0,80 m – 0,95m.

PERATURAN LEMPAR LEMBING

1.      Urutan Perlombaan bagi peserta diatur secara di undi.
2.      Bila peserta lebih dari 8 orang, tiap peserta diberi hak lempar 3 kali dan 8 peserta yang mempunyai lemparan terbaik diberikan lemparan tambahan 3 kali lagi.
3.      Setiap peserta diberikan kesempatan untuk melakukan 2 kali lemparan percobaan.
4.      setelah perlombaan dimulai para peserta tidak diperbolehkan untuk berjalan berjalan melewati lintasan lomba.
5.      Lembing harus di pegang pada bagian pegangan dan dilemparkan melalui atas bahu atau bagian atas lengan pelempar.
6.      Lemparan yang syah apabila ujung mata lembing lebih dahulu menyentuh tanah, sebelum ekor lembig.
7.      Tidakdiperkenanka pelempar melempar sambil membelakangi arah lemparan.
8.      Dilarang menggunakan pita di tangannya yangdapat membantulemparan.
9.      Dilarang memakai sarung tangan pada waktu melempar.
10.  Bila lembing patah pada waktu di lempar, ini dianggap suatu lemparan yang gagal.
11.  Lemparan yang syah lembing harus jatuh di dalam sector lemparan yang telah ditentukan (batas).
12.  Pengukuran dilakukan setelah lemparan selesai dengan cara menarik meteran dimulai dari titik jatuhnya mata lembing ke titik busur sector awalan lempar.
13.  Pelempar belum diperkenanka keluar dari sector lemparan sebelum lembing jatuh menyentuh tanah.
14.  Untuk menentukan pemenang, tiap lemparan akan di ukur dalam proses penentuan juara.



                                                                                                                  14
                             Latihan teknik melempar lembing
1.      Berdiri kaki dibuka selebar bahu, memegang lembing di atas bahu kanan dengan siku menujuk kedepan dan lembing sejajar dengan tanah. Lemparkan lembing ke tanah dengan gerak membacok dengan tarika dari bahu dan pelurusan siku dan tangan. TUJUAN : Mempelajari gerakan lengan akhir.
2.      Dari posisi yang sama di atas, bawalah lembing ke belakang, putar bahu kiri dan lengan ke samping. Tetapimasih tetapmelihat kedepan lurus dan memegang lembing dengan telapak tangan berada paling atas dan mata lembing setinggi kepala. TUJUAN : Mempelajari cara yang betul penarikan lembing ke belakang.
3.      Peganglah lembing dengan tangan kanan yang ditancapkan pada tanah melangkahlah kurang lebih 1 meter menjauhi tangan dan letakan kaki kiri jauh ke depan dalam posisi melempar dengan berat badan di atas kaki belakang (yangdibengkokkan). Putar kaki kanan dan lutut kedalam dan dorong pinggang kanan ke depan sehingga bahu kanan menarik terhadap lengan yang diluruskan. TUJUAN : Merasakan posisi akhir.
4.      Berdiri dengan salah satu kaki di depan, berat badan berada pada kaki belakang. Kaki belakang dibengkokkan kedalam, kakidepan bengkok sedikit.

            Hal-hal yang harus diutamakan :
1.      Peganglah lembing memanjang arah tangan.
2.      Lebarkan langkah terakhir dan tambahlah satu langkah kedepan.
3.      Larilah lurus pada saat melakukan lari awalan.
4.      Selalu letakan berat badan pada kaki belakang.
5.      Luruskan lengan lempar dan telapak tangan lempar selalu paling atas.
6.      Usahakan kaki kiri jauh kedepan.
7.      Lengkungkan badan dengan posisi melempar, dan peliharalah siku keatas selama melompat.

            Hal-hal yang harus dihindari :
1.      Jangan memegang lembing dengan tangan tegang.
2.      Jangan melompat tinggi ke atas pada saat langkah yang terkhir.
3.      Melakukan dua langkah silang.
4.      Memaksa bahuselalu menghadap ke depan.
5.      Membengkokan pada pinggang dan memberi kesempatan tubuh bengkok kedepan.
6.      Membengkokan lengan melempar dan menempatkan lembing di luar garis lempar.
7.      Menemnpatkan kaki depan ditanah terlalu jauh kesamping kiri.
8.      Melempar dari sisi kanan tubuh.
Putar bahu kesamping dan condogkan badan kebelakang dengan lengan lengan diluruskan dan telapak tangan diaas, kemudian putarlah lutut kanan dan pinggang kedepan dan lemparlah lembig lewat atas bahu. UJUAN : Belajar gerakan melempar.
5. Tangan lempar diluruskan kebelakang, melompat ke depan dari kaki kiri ke kaki kanan. Begitu kaki kanan mendarat gerakan kaki kiri dengan cepat untuk mendarat di depan kaki kanan dan putarlah kaki kiri ke arah lemparan. Segera putarlah kaki kanan, lutut dan pinggang kedepan dan lemparlah lewat bahu terhadap tahanan kaki kiri. TUJUAN : Menggabungkan langkah kaki silang dengan lemparan.  

                                                                                                                        15       
LEMPAR CAKRAM
Kontruksi Cakram
Badan cakram di buat dari kayu dengan pinggiran darimetal atau besi yang tepinya di buat membulat, pemampang melintang dari tepi/pinggiran cakram berbentuk lingkaran penuh dengan radius 16 mm.
            Persyaratan cakram
1.      berat cakram yang diterima dalam suatu rekor Putra 2 kg dan untuk putri 1 Kg.
2.      Garis tengah pinggir metal putra 219 –221 mm untuk putri 180 – 182 mm.
3.      Garis tengah pinggir metal/daratan bagian tengah putra dan putri 50 – 57 mm.
4.      Tebal bagian tengah cakram putra 44 – 46 mm dan unuk putri 37 – 39 mm.
5.      Tebal bagian pinggir putra minimal 12 mm dan putrid 12 mm.

Pada lempar cakram awalannya bukan dengan lari akan tetapi dengan putaran. Sikap permulaan, sebelum perputar yang menyampingi arah tolakan ada juga yang membelakangi arah tolakan.
Cara memegang cakram :
Untuk mudahnya pertama cakram diletakan pada tan gan kiri, kemudian pada telapak  tangan kanan diletakan di atas / tengah cakram itu. Jari agak dijarangkan menutup pinggiran cakram ruas jari yang terakhir menutup sedangkan ibu jari bebas.
Cara melemparnya :
            Cakram di pegang dengan lengan lurus di bawa kebawah seperti kita sedang membawa buku. Pada saat cakram akan dilempar, kaki dibuka sejajar menyampingi arah, hingga kaki kiri ada di depan dan berat badan berada pada kaki belakang (kaki belakang bengkok/lututdi tekuk.).
Kemudian cakram itu dilempoar dengan tangan lurus dan punggung adadiatas, lepasnya cakram terakhir dengan jari kelingking digerakan ke dalam agar cakramnya pada waktu lepas berputar keluar.hal ini dilakukan ditempat tanpa melakukan putaran.  Biasanya pelempar cakram, bila akan melempar cakramnya selalu di ayun-ayunkan terlebih dahulu, lengan yang diayunkan lemas seperti gandulan jam.
                                             
                                                  TOLAK PELURU

            Tolak peluru salah satu nomor lempar dalam atletik, cara melempar peluru yang benar adalah dengan suatu dorongan atau tolakan terhadap sebuah peluru dengan satu tangan, yang semula diletakan dari pangkal bahu.
Teknik cara melakukan tolak peluru dapat dibagi atas :
1.      Teknik cara memegang peluru.
2.      Teknik cara melakukan tolakan.
1.      Teknik cara memegang peluru yaitu : Peluru di pegang dengan tangan yang jari-jarinya terbuka, menempatkan peluru pada pada ujung telapak tangan (bukan telapak tangan). Kemudian peluru ditempelkan  pada bahu dengan siku bengkok lemas ke samping. Lengan kiri dilipat didepan badan, lemas untuk menjaga keseimbangan.





                                                                                                      16
2.      Teknik cara melakukan tolakan yaitu : Berdiri dengan kedua kaki segaris, peganglah peluru dengan tangan kanan lalu tempatkan dibawah rahang sambil menyampingi arah tolakan. Kemudian doronglah peluru tersebut ke arah depan atas sambil memutar bahu. 
1.      Berat peluru Untuk putra yunior 6,25kg – 7,25 kg.
2.      Berat peluru untuk putri yunior  3 kg -  4 kg.
3.      Berat peluru untuk senior putra  7,25 kg.                                                        
     4. Berat peluru  untuk senior putri   4 kg.
     5. Sudut lemparan tolak peluru 40 drajat.
                                   
                                               NOMOR LOMPAT

            Nomor lompat terdiri dari :
1.      Lompat jauh
2.      Lompat tinggi
3.      Lompat tinggi galah
4.      Lompat jangkit.

1.      Lompat jauh. Tujuan utama dari lompat jauh adalah mencapai jarak lompatan yang sejauh-jauhnya. Lompat jauh terdiri dari 3 (tiga) macam gaya yaitu :

a. Gaya Jongkok atau tuck (kauer)
b.Gaya berjalan di udara atau laup (walking in the air).
c. Gaya menggantung atau melenting atau schnepper atau hang style.

Untuk mencapai lompatan sejauh-jauhnya terlebih dahulu si pelompat harus sudah
memahami unsur-unsur pokok pada lompat. Selain unsur pokok pada lompat. Pelompat jauh harus menguasai teknik/tata cara lompat jauh yangterdiri dari :

Awalan
Untuk mendapat kecepatan pada waktu akan melompat. Awalan harus dilakukan dengan secepat-cepatnya serta jangan mengubah langkah pada saat akan melompat. Jarak awalan biasanya antara 30 s/d 50 meter.


                                                                                                            17
Tolakan
Yaitu menolak sekuat-kuatnya pada papan tolakan dengan kaki yang terkuat keatas (tinggi dan kedepan).

Sikap badan di udara.
Yaitu badan harus diusahakan melayang selama mugkin di udara dalam keadaan seimbang. Dan pada saat inilah untuk memperagakan gaya (tergantung pada gaya yang dipakai).

Sikap Badan saat mendarat
Sipelompat harus mengusahakan jatuh/mendarat dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai jatuhnya badan atau tangan kebelakang. Karena dapat merugikan si pelompat. Mendaratyang baik adalah ketika mendarat/jatuhnya dengan kedua kaki dan tangankedepan.
                                                LOMPAT TINGGI

Tujuan utama dari pada lompat tinggi adalah dapat melompati mistar sebagai penghalang setinggi-tingginya. Seorang atlit juga harus mempunyai kekuatan, kecepatan, kelentukan, ketepatan, kelincahan, dan koordinasi gerakan untukl lompat tinggi.

                                         GAYA LOMPAT TINGGI
               
1.      Gaya gunting (Scissors).
  1. Gaya guling sisi (western roll).
  2. Gaya guling perut (straddle).
  3. Gaya fosburi flop.

  1. Gaya Gunting /ala sweeney. Lompat tinggi gaya ini dalam perlombaan sudah tidak pernah dipakai lagi, karena tidak menguntungkan, adapun cara melaklukannya adalah :
    1. Cara mengambil awalan dari depan.
    2. Menolak dengan kaki kanan mendarat dengan kaki kanan lagi.
    3. Setelah kaki ayun melewati atas mistar atau pada saat badan berada di atas mistar,secedpatnya badan dibalik  kearah tempat melakukan awalan dan bersamaan dengan kaki yang dipergunakan untuk menolak disilangkan  atau diguntingkan dibawab kaki ayun sehingga mistar berada di bawah paha.



                                                                                                      18
  1. Gaya Guling sisi (western roll) Cara melakukan lompat tinggi ini adalah mengambil awalan dari samping sudut awalan 28 – 30 derajat, menolak dengan kaki yang terdekat denga mistar. Saat kaki ayun melewati mistar, secepatnya kaki tolak disilangkan dibawah kaki ayun, badan dimiringkan di atas mistar menuju kearah tempat mengambilawalan.
  2. Gaya Guling perut (straddle). Setiap pelompat mengambil awalan dari sebelah kiri maupun sebelah kanan atau terantung kebiasaan si pelompat dengan awalan 3, 5, 7, 9 langkah tergantung ketinggian mistar sudut awalan 28 – 30 derajat. Menolak dengan kaki yang terdekat denga mistar, jika menolak dengan kaki kiri mengambil awalan dari samping kiri dan sebaliknya.
Setelah kaki ayun melewati mistar secepatnya bada dibalikkan tertelungkup di atas mistar. Usahakan pinggul lebih tinggi dari pundak, kepala tundukan kebawah mistar, salah satu tangan dimasukan kebawah mistar. Dan salah satu tangan diletakkan pada perut atau punggung. Mendarat dengan kaki yang diayunkan bersamaan dengan tangan secara bersama-sama, kemudian diteruskan berguling ke depan pada bahu.

  1. Gaya Flop (fosburi flop). Gaya ini pertama kali diperkenalkan pertama kali oleh Dick fosbury Flop seorang atlit Amerika Serikat. Pada Olympiade ke XIX di Mexico. Cara melakukannya :
  1. Bila mempergunakan kaki kiri sebagai kaki tolak mengambil awalan dari sebelah kanan atau sebaliknya.
  2. Pada saat akan menolak badan membelakangi mistar.
  3. Setelah kaki tolak lepas dari tanah badan dilonjakan ke atas belakang, kedua kaki mengikuti gerakan badan.
  4. Sikapa badan di atas mistar terlentang, ke dua tangan ke atas belakang, kedua kaki lemas.
  5. Mendarat pada tengkuk kemudian berguling kebelakang.
Untuk mencapai hasil yang setinggi-tingginya si pelompat harus beul-betul memahami dan menguasai teknik lompatannya teknik lompat tinggi yaitu :
    1. Awalan.
    2. Tolakan.
    3. Sikap badan di atas mistar.
    4. Sikap badan saat mendarat/jatuh.





                                                                                                      19                                                                                     

LOMPAT JANGKIT

Lompat Jangkit disebut juga lompat tiga, karena dilakukan dengan tiga gerakan yang terdiri dari : jingkat (hop), langkah (step) dan lompat (jump). Atau disebut juga triple jump. Teknik lompat jangkit pada dasarnya sama (hampir sama) dengan lompat jauh. Akan tetapi pada lompat jangkit cara melakukannya dengan tolakan tiga kali. Pengertian lompat jangkit adalah suatu cara melompat yang didahului dengan berjinjit/jingkat bila menggunakan dengan kaki kiri maka cara melakukannya sebagai berikut : jinjit dengan kaki kiri mendarat dengan kaki kiri lagi, kemudian kaki kanan dilangkahkan terus melompat atau urutannya sebagai berikut :

KIRI             -                 KIRI           -              KANAN             -             MELOMPAT


Pelaksanaan dalam melakukan lompat jangkit sebagai berikut :
  1. Melakukan awalan yaitu dengan melakukan larisecepat-cepatnya.
  2. Menolak pada papan tolakan dengan salahsatu kaki dan mendarat dengan kaki itu juga. Kaki yang lain masih teap terangkat.
  3. Pada saat badan melayang di udara, kedua kaki diangkat keatas dan dipertahankan selama mungkin di udara.
  4. Mendarat dengan kedua kaki rapat lutut mengeper badan jongkok dan kedua lengan kedepan.




























                                                                                                            20

                                                   BOLA BASKET

-Diciptakan oleh seorang berkebangsaan Amerika yang bernama James A Naismith pada tahun 1891.
  1. Pada perkumpulan YMCA (young mans Christian Assosiation) di kota Springfield (Massacuset).
  2. Pada muilanya permainan ini dimainkan oleh 9 orang yangterdiridari 3 orang pemain depan, 3 orang pemain tengah dan 3 orang pemain belakang.
  3. Dfipertandingkan pertama kali pada PON ke 1 di kota sala pada tahun 1948.
  4. Pada tanggal 23 Oktober 1951 dibentuk induk organisasi Bola Basket Nasional PERBASI (peratuan Basket ball seluruh Indonesia). Kemudian namanya diganti pada tahun 1955 menjadi Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia. Dengan ketuanya yang pertama bernama Tony wen.
  5. Pada tahun 1936 dibentuk induk organisasi internasional bola basket Amatir dengan nama “ FIBA” (Federation Intenasional de Basket Ball Amateur).
                                                    PERATURAN PERMAINAN
  1. Batasan
Permainan Bola  Basket dimainkan oleh dua regu yang maig-masing regu terdiri dari 5 (lima) orang pemain. Tujuan masing-masing regu adalah memasukan bola kedalam keranjang lawan, menjaga bola mendapatkan bola dan membuat nilai. Bola tersebut boleh di dorong, dilempar, digelindingkan, atau dipantulkan kesegala arah berdasarkan peraturan-peraturan yang ada.




                                                                                                            20
  1. Lapangan
Lapangan haruslah diata permukaan yang keras bebas dari berbagai rintangan, berbentuk empat persegi panjang dengan ukuran :
Panjang     : 26 meter.             28 meter
Lebar         : 14 meter.             15 meter
Perbedaan lapangan dapat diterima apa bila lebih atau kurang untuk panjangnya 2 meter dan lebih atau kurang 1 meter dari lebarnya. Lapangan dibagi dua dengan garis tengah yangmenghubugkan kedua garis panjang.
  1. Keyhole (daerah bersyarat).
Batas akhir kedalam lapangan adalah 5,80 meter. Lebar pada garis akhir 6 meter. Dari garis akhir kegaris pertama 1,80 meter. Pada daerah keyhole daerah hukuman dan daeraah tiga detik (three scound).
  1. Basket (keranjang).
Basket ini terdiri dari simpai (ring) dan jala. Simpai haruslah terbuat dari besi yantg kuat dengan garis tengah dalamnya 45 cm, besi simpai tersebut mempunyai garis tengah 20 mm.
                                                           
  1. Tiang dan papan panrtul.
Panjang dan lebar papan pantul 1,80 m x 1,20 meter. Tebal papan 3 cm. Segi empat ditengah papan pantul dengan ukuran 0,59 x 0,45 meter. Tinggi ujung papan bagia bawah sampai ke lantai adalah 2,75 meter, dari papan bagian bawah ke jaring 30 cm. Panjang jaring dari ring kebawah 40 cm.Dari papan bagian dalam ke garis akhir 1,20 meter. Papan pantulharus terbuat dari bahan yang keras, misalnya dari kayu, letak ring harus horizontal dengan 3,05 meter di atas lantai, jarak papan pantul ketitik terdekat dari ring 15 cm.

  1. Bola.
Bola harus bulat yang terbuat dari bahan sintetis yang dilapisi kulit kelilingnya tidak kurang dari 75 cm dan tidak lebih dari 78 cm. Berat bola antara 600 sampai dengan 650 gram. Tekanan bola yang bagus bila dipantulkan ke lantai yang keras dari ketinggian 1,80 meter, diukur dari dasar bola akan mantul setinggi tidak kurang 1,20 meter dan tidak lebih dari 1,40 meter bila diukur dari puncak bola.
  1. Waktu Permainan
Permainan terdiri dari 2 babak yang masing-masing memakan waktu 20 menit dan istirahat 10 menit atau kalau ada kesepakatan kedua belah pihak 4 babak/Quarter dengan waktu 20 menit istirahat 10 menit.
  1. Bola lompat (Jump ball).
Bola lompat terjadi bila wasit melemparka bolake atas diantara dua pemain, Pada saat bola lompat kedua pemain harus berada didalam setengah lingkaran.
  1. Terjadi goal dan nilainya.
Goal terjadi bila bola masuk kedalam keranjang dari atas dan bersarang atau jatuh melalui keranjang. Bola yangmasuk ke ring berasal dari tembakan lapangan nilainya 2 (dua) sedangkan bola yang masuk melalui tembakan hukuman nilainya 1 (satu) sedangkan tembakan yang dilakukan diluar garis setengah lingkaran nilainya 3 (tiga).



                                                                                                            21
  1. Bola Hidup.
Bola menjadi hidup didalam permainan pada waktu :
    1. Mencapai titik tertinggi pada jump ball bola disentuh oleh pemain pertama.
    2. Wasit menyerahkan bola kepada penembak.
    3. Operan dari luar lapangan bola menyentuh seorang pemain dalam lapangan bebas.
  1. Bola mati. Bola menjadi mati apa bila :
    1. Suatu goal terjadi.
    2. Terjadinya suatu pelanggaran.
    3. Terjadi suatu kesalahan (foult) Waktu bola hidup ataupun dalam permainan.
    4. Bola pegang terjadi atau bola menyangkut pada penopang basket.
    5. Pluit wasit berbunyi pada waktu bola hidup ataupun dalam permainan.
    6. Bunyi dari operator pada terjadinya perisriwa 30 detik dimana bola sedang hidup.
    7. Habisnya waktu karena berakhirnya permainan atau waktu tambahan.
  2. Time out (pengentian/istirahat sejenak).
Time out terjadi dan jam di hentikan bila wasit menyatakan :
    1. Pelanggaran (violation).
    2. Kesalahan (foult).
    3. Bola pegang (Held ball).
    4. Adanya penundaan luar biasa untuk memulai permainan dari bola mati.
    5. Penangguhan permainan karena kecelakaan (ada yang luka ) atau mengeluarkan pemain yang diperintahkan oleh wasit.
    6. Penundaan permainan untuk sesuatu alasan yang diperintahkan oleh wasit.
    7. Tanda 30 detik dibunyikan.

  1. Setelah penghentian (waktu time out) habis jam harus dijalankan lagi. Jika permaina akan dilanjutkan adalah sebagai berikut :
    1. Bila permainan dilanjutkan jump ball jam mulai dijalankan ketika bola telah mencapai titik tertinggi disentuh oleh seorang pemain.
    2. Bila suatu tembakan bebas tidak masuk dan bola langsung dalam permainan, jam dijalankan jam dijalankan pada saaat bola menyentuh salah seorang pemain yangberada didalam lapangan.
    3. Bila permainan dilanjutkan dengan throw in dari luar lapangan jam dijalanka pada waktu bola menyentuh seorang pemain dalam lapangan.







                                                                                                      22
TEKNIK DASAR PERMAINAN BOLA BASKET
A.    Lempar tangkap ( Passing )
           Passing  pada permainan bola basket terdiri dari :
1.      Passing Dada (Chest Pass) dilakukan dari Dada ke Dada
2.      Passing terlebih dahulu bolanya dipantulkan ke lantai (Bound Pass).
3.      Passing yang dilakukan dari atas kepala (Over head Pass)
Ketiga Passing ini mempergunakan dua tangan
1. Cara melakukan Chest Pass (operan dua tangan di depan Dada)
-          Berdiri tegap kaki dibuka sejajar
-          Memegang bola dengan jari-jari terbuka
-          Kedua Ibu jari berdekatan 5 cm.
-          Kedua siku tidak dibuka lebar tetapi juga tidak mengapit kebadan.
-          Mendorong bola dengan dua tangan (meluruskan siku) pergelangan tangan dijatuhkan, bola lurus kepada dada sipenerima.
-          Salah satu kaki dipindahkan /langkahkan kedepan (agak sedikit ditekuk), saat menerima bola kaki yang dilangkahkan kedepan ditarik kebelakang. Dilakukan dengan relax tidak kaku.
2. Cara melakukan gerakan Bound Pass (Passing melalui pantulan)
-          Berdiri tegap kaki dibuka sejajar
-          Memegang bola dengan jari-jari terbuka
-          Kedua Ibu jari berdekatan 5 cm.
-          Kedua siku tidak dibuka lebar tetapi juga tidak mengapit kebadan.
-          Dorong bola kedepan diikuti salah satu kaki melangkah kedepan / bola sambil dipantulkan kelantai dengan jarak sepertiga dari si pendorong.
-          Saat menerima bola tarik kaki kebelakang yang dipergunakan saat melangkah kedepan, dilakukan secaara terus menerus relak dan tidak kaku.
3. Cara melakukan gerakan over head pass (passing melalui atas kepala)
-          berdiri tegap kaki dibuka sejajar
-          Memegang bola dengan jari-jari terbuka diatas kepala
-          Kedua tangan agak ditekuk
-          Tangan tidak terlalu jauh dari kepala juga jangan terlalu merapat ke kepala.
-          Lemparkan bola kedepan kepada dada sipenerima diikuti dengan lecutan kedua tangan dan melangkahkan salah satu kaki ke depan dilakukan tidak kaku dan terus menerus.
4.      Memantul-mantulkan bola (Dribling)
Dribling atau memantul-mantul (membawa bola ) dapat dilakukan dari sikap berhenti, berjalan,  berlari. Kesamping kiri/kanan, dan berputar. Pelaksanaannya dapat dikerjakan dengan tangan kiri / kanan Seperti Drible rendah, Drible tinggi, drible lambat dan drable cepat.



                                                                                                            23
Cara Melakukannya adalah
-          Bola dipegang dengan dua tangan
-          Jari-jari tangan dibuka tidak ditegangkan juga tidak dirapatkan
-          Pantulkan bola ke lantai dengan salah satu tangan dorongan tenaga dari lengan bagian bawah/mulai dari sikut kebawah.
-          Bola tidak dipukul tetapi didorong, jarak bola dengan tubuh tidak terlalu jauh juga tidak terlalu dekat kurang lebih 30 cm dari tubuh.
-          Saat bola mantul tidak dilawan diikuti kemudian didorong dengan telapak tangan                                                            
-          Salah satu kaki didepan

Menggiring bola tinggi  gunanya untuk memproleh posisi mendekati basket lawan. Sedangkan menggiring bola rendah gunanya untuk menyusup dan mengacaukan pertahanan lawan dan menggiring bola dalam menghadapi lawan.
Drible sesuai dengan peraturan tidak boleh lebih dari dua langkah setiap pantulan,jadi biasanya langkah yang terakhir (2 langkah ) sebelum kaki mendarat bola sudah dipantulkan.
5.      Menembak bola ke ring (shooting)
Menembak / shooting artinya usaha memasukan bola ke keranjang lawan, ada beberapa teknik menembak diantaranya :
-          Menembak diam (set shoot)
-          Menembak sambil melompat (jump shoot)
-          Menembak dari sudut samping badan (hook shoot)
-          Menembak sambil melangkah (Lay up shoot)
      Perkembangan cara dan gaya menembak ini semakin semarak seperti : Slam Dunk (gaya bebas melakukan atrtaksi tanpa lawan), allay oop (bola melayang dari operan teman langsung dimasukan ke ring), Flaying Slam Dunk (lay up agak jauh jadi seperti terlihat terbang, bola dijebloskan dengan dua tangan / satu tangan dan lain-lain.
Untuk para pemula memasukan bola ke ring dapat dilakukan dengan diam ditempat seperti :

                                                                                                            24
a.                   Latihan menembak dengan dua tangan
-          Berdiri tegap salah satu kaki didepan/sejajar, bola dipegang dengan jari-jari terbuka.
-          Bola didepan dada diangkat bersama-sama sampai berada di atas kepala
-          Sebelum bola dilepaskan lutut dibengkokkan untuk membantu mendorong bola.
-          Bola di dorong keatas depan bersamaan lutut diluruskan dan tumit diangkat.
-          Lengan lurus dan pergelangan disentakkan (lepas)
-          Pandangan kearah bola dan sasaran.
      b.         Menembak dengan satu tangan
-          Caranya sama seperti diatas bola dipegang dengan satu tangan       sedangkan sedangkan tangan kiri disamping bola.
-          Bola didorong dengan meluruskan salah satu tangan dan telapak tangan lepas atau dihentakan.
6.      Pivot (berputar kesegala arah dengan salah satu kaki sebagai poros)

Pivot selalu dilakukan dari sikap berhenti dengan memutarkan salah satu kaki. Sedangkan kaki Yang lain tetap sebagai poorosnya.
Pivot digunakan untuk menipu lawan dengan geakan memutar badan sambil melangkahkan kaki sedangkan kaki yang lainnya tetap sebagai porosnya, dengan bola tetap sebagai penguasaannya untuk segera dioperkan kepada teman regunya.

7.      Lay up Shoot

Pengertian tembakan Lay Up ialah  Tembakan yang dilakukan dengan jarak dekat sekali dengan basket, seolah-0lah bola itu diletakkan kedalam basket yang didahului dengan gerakan dua langkah. Gerakan melangkah dapat dilakukan dari menerima operan atau menggiring bola. Melangkah dua kali kemudian mengoper atau menembak merupakan unsure yang sangat penting dalam bola basket.
Ada tiga hal yang perlu diperhatikan dalam tembakan Lay Up :
-          Saat menerima bola harus dalam keadaan melayang
-          Saat melangkah langkah pertama harus lebar atau jauh untuk memelihara keseimbangan, langkah kedua pendek untuk memperoleh awalan tolakan agar dapat melompat setinggi-tingginya.
-          Saat melepaskan bola, bola harus dilepas dengan kekuatan kecil, perhatikan pantulan pada papan disekitar garis tegak sebelah kanan pada petak kecil diatas basket, kalau arah itu dari sebelah kanan.


                                                                                                      25

GERAKAN  LAY UP SHOOT


LAY UP KANAN

KIRI------------KANAN----KIRI

LAY UP KIRI

KANAN-----------KIRI----KANAN


8.      Olah Kaki ( foot work )

            Yang dimaksud dengan olah kaki adalah keterampilan penguasaan bola dengan gerak kaki, dilakukan dengan cepat dalam posisi berhenti, berjalan, memutar atau berlari dengan mengubah arah secara cepat. Olah kaki dilakukan dalam posisi bertahan atau posisi menyerang dimana bola tetap dalam penguasaan sambil mengubah arah, berhenti, berlari maupun memutar tanpa kehilangan keseimbangan.

9.      Melompat (jumping)

            Dalam permainan bola basket pengertian jumping meliputi melompat dan meloncat. Yang dimaksud dengan melompat adalah gerakan jauh sedangkan meloncat adalah gerakan kearah tinggi. Jadi kalau melompat sasarannya adalah jauh sedangkan meloncat sasarannya adalah tinggi. Dalam permainan bola basket gerakan melompat dan meloncat sering dilakukan pada saat akan melakukan tembakan.
10.Gerak Tipu (Fakes and feints)
            Maksud gerak tipu dalam permainan bola basket adalah usaha untuk menipu lawan, sehingga dapat lolos dari usaha penjagaan lawan.
Tujuannya :
  1. Agar lawan kehilangan keseimbangan dalam bertahan.
  2. Agar lawan terkecoh dalam posisi bertahan.
  3. Agar lawan bergerak kearah yang berlawanan dan dapat lolos dari penagaan lawan.                                  


                                                                                                                        26
Pola Penyerangan

            Pola penyerangan dalam permainan bola basket dapat dilakukan dengan cara:

    1. Set offence
Serangan yang direncanakan dan dibangun dari awal sampai penyelesaian akhirnya (finishing tought) merupakan kebalikan serangan fast break.
    1. fast break
Serangan yang dilakukan secara serentak dan cepat sebelum lawan sempat membuat pola pertahanannya (mencapai balans dalam pertahanan). Tujuannya dengan menempatkan satu atau dua orang penyerang dalam posisi bebas untuk mencetak gol.
    1. Shuffle
Suatu system penyerangan yang dilakukan oleh semua pemain dari satu regu bergerak dari suatu posisi ketempat lain dengan teratur sesuai dengan rencana guna membuka / mendapatkan kesempatan mencetak gol.
    1. Double pivot offence
Cara menyerang satu tim dengan menempatkan dua pemain masing-masing (biasanya pemain jangkung) berada jauh disudut daerah pertahanan lawan, satu diujung kiri dan satu lagi diujung kanan.
    1. Give and go weave
Serangan bergelombang pergi dan datang.
Cara menyerang suatu regu yang melibatkan lima pemain untuk terus bergerak sambil saling mengoper guna mencapai lubang pertahanan lawan.
Playmaker             : pengatur serangan, biasanya dilakukan oleh seorang pemain inti.
    1. Drive driving
Gerakan cepat dan agresif seorang penyerang yang mendrible bola sambil menerobos kebasket lawan dengan keinginan besar untuk mencetak gol.

Pola Pertahanan

            Pola pertahanan dalam permainan bola basket, pada umumnya memakai :

  1. Zone Defence
Sistem pertahanan daerah, dimana para pemain selain harus memperlihatkan daerah yang harus dijaganya, juga harus mengawasi bola didaerahnya.
  1. Man to man defence
Pertahanan orang perorang, sistim pertahanan yang menggunakan taktik, satu pemain menjaga satu pemain lawan cecara ketat.
  1. Screen switch defence
Pertandingan anti tirai, anti screen.
Suatu kombinasi dari pertahanan daerah (zone defence) dan pertahanan orang perorang (man to man ) untuk menghadapi screen lawan.
















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar